Mengenal Hama Penyakit Wereng Pada Tanaman Padi


Hama wereng adalah kelompok serangga kecil dari ordo Hemiptera yang hidup dengan cara menghisap cairan tumbuhan, terutama dari jaringan floem. Karena sifatnya yang herbivora dan kemampuan menyerap nutrisi langsung dari batang tanaman, wereng menjadi salah satu hama penting dalam budidaya pertanian, khususnya padi. Selain merusak tanaman secara langsung, wereng juga berperan sebagai vektor penyakit tanaman seperti virus tungro dan kerdil rumput, yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi petani.

Wereng dapat menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan jika tidak ditangani dengan tepat. Mereka menyerang berbagai jenis tanaman seperti padi, jagung, kedelai, dan sayuran, dan sering kali menyebabkan kerusakan signifikan pada hasil panen.

Terdapat berbagai jenis hama wereng yang menyerengan tanaman padi salah satunya yaitu hama wereng batang coklat. Menurut Nurbaeti et al. (2010), Wereng Batang Coklat merusak tanaman dengan cara menghisap cairan pada batang padi, sehingga tanaman menjadi kering. Gejala serangan wereng batang coklat ditandai dengan perubahan warna daun pada rumpun padi menjadi kuning kecokelatan.

Keberadaan wereng batang coklat pada lahan sawah dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik (Dianawati dan Sujitno, 2015). Faktor biotik yang memengaruhi keberadaan wereng batang coklat di antaranya adalah varietas padi dan keberadaan musuh alami. Penggunaan varietas padi yang rentan merupakan salah satu faktor yang mendukung kemunculan wereng batang coklat di lahan (Rahmini et al., 2012). Keberadaan musuh alami juga dapat memengaruhi populasi wereng batang coklat di lahan (Gunawan et al., 2015). Selain faktor biotik, faktor abiotik seperti iklim, suhu, kelembaban, dan curah hujan juga memengaruhi keberadaan wereng batang coklat di lahan. Kondisi iklim yang mendukung dapat menyebabkan kemunculan wereng batang coklat di lahan dan mempercepat perkembangan populasinya (Nurbaeti et al., 2010). Untuk mencegah ledakan populasi wereng batang coklat yang dapat merugikan produksi padi, diperlukan upaya pengendalian yang memanfaatkan faktor bioekologi wereng batang coklat guna menekan populasinya agar tidak mengganggu produksi tanaman padi (Gunawan et al., 2015).


Next Post Previous Post
Comment
Add Comment
comment url